Dilihat : 10 kali

Sabtu pagi, Dimas berencana belanja mingguan. Biasanya, ia akan langsung menuju minimarket modern yang buka 24 jam. Tapi sejak ia mulai menata ulang gaya hidupnya, ia merasa enggan melangkah ke tempat-tempat yang dulu jadi rutinitas.

 

Ia memutuskan untuk berjalan kaki ke pasar tradisional di belakang kompleks. Sepanjang jalan, ia melewati tiga cabang minimarket besar yang selalu terlihat terang dan steril. Di luar salah satu toko, terpasang spanduk promosi besar bertuliskan "Diskon Besar! Beli 2 Gratis 1!"Dimas hanya melirik. Ia tahu jebakan itu: membeli lebih banyak dari yang dibutuhkan, hanya karena merasa mendapatkan "diskon".

 

Sesampainya di pasar, bau ikan asin, sayuran segar, dan tanah basah langsung menyambut. Tidak ada pendingin ruangan, tidak ada musik lembut, tidak ada keranjang belanjaan stylish. Tapi ada satu hal yang terasa nyata: kehidupan.

 

"Mas, tomatnya pilih sendiri ya!" seru seorang ibu penjual sambil sibuk menimbang bawang untuk pembeli lain.

 

Dimas tersenyum. Ia menikmati suasana itu. Ia membeli cabai segenggam, bawang, telur, dan minyak goreng dalam botol daur ulang. Semua itu dengan harga yang bahkan lebih murah dibanding harga promosi minimarket.

 

Saat sedang memilih sayur, ia bertemu **Ujang**, seorang pria paruh baya dengan logat Sunda yang kental.

 

"Baru pertama ke pasar sini, Kang?" tanya Ujang sambil menawarkan kantong kresek.

 

"Iya, Pak. Dulu saya biasa ke... ya, ke minimarket itu."

 

Ujang tertawa. "Itu mah buat orang yang buru-buru. Di sini, buat yang mau ngobrol juga."

 

Dimas duduk di bangku kayu di depan lapak Ujang sambil menyeruput teh panas gratis. Mereka berbincang soal harga kebutuhan pokok, soal tanah yang makin mahal, dan soal anak muda yang lebih suka duduk di kafe daripada berbelanja di pasar.

 

***

 

Sore harinya, Dimas merenung di kamarnya. Ia menyadari sesuatu yang sederhana tapi dalam: minimarket modern memang menawarkan kemudahan, tapi juga menjauhkan orang dari interaksi manusia.

 

Di pasar, ia bicara dengan penjual, mendengar keluhan mereka, melihat tawa mereka, bahkan belajar menawar harga. Sesuatu yang tidak akan ia temukan di minimarket dengan karyawan yang dibatasi oleh skrip layanan pelanggan.

 

***Di catatan hariannya, ia menulis:

 

"Minimarket modern bukan musuh. Tapi mereka membuat kita lupa bahwa belanja bukan hanya soal barang, tapi juga soal hubungan. Mungkin kita butuh lebih banyak warung, bukan lebih banyak cabang."

 

Dan malam itu, Dimas menandai hari itu sebagai titik balik: ia tidak akan kembali ke minimarket untuk kebutuhan harian. Ia ingin uangnya berputar di sekitar rumah, bukan terbang ke kantor pusat yang entah di mana.

 

---*To be continued...*


Tag :

Kibul Gonzales HS Part 3 Minimarket Modern Bukan Segalanya

Cicak Cicak di Dinding - Band - Alternative Version

Judul : Cicak Cicak di Dinding - Band - Alternative Version Artist : Aisha S.V. cc: push rank music studio Singer Songwriter (45%) Dance Pop (33%) Adult Contemporary (31%) Alt Pop (21%) 🎶 Cicak Cicak di Dinding – ...

Aqiqah Bahagia di Tasikmalaya ~ Randy S.V.

Verse 1: Bersama kita rayakan, Kelahiran buah hati tercinta, Dengan aqiqah penuh makna, Di Tasikmalaya, ceria menyapa. Chorus: Paket aqiqah murah, di Tasik yang indah, Melayani dengan cinta, di setiap daerah. Singaparna, Ciamis, ...

Biru Langit Kemenangan (Persib Juara) ~ Randy S.V.

Biru Langit Kemenangan (Persib Juara) ~ Randy S.V. Biru Langit Kemenangan (Persib Juara) cc : www.purwana.net @PushRankMusicStudio let's play to support : https://bit.ly/push-rank ================== connect & support: ytb : https:// ...

Sewa Rumah Kontrakan di Cimahi

Rp 23.000.000

Menyewa Rumah Kontrakan di Cimahi: Temukan Hunian Ideal Anda seowa Menyewa rumah kontrakan adalah pilihan populer bagi banyak orang yang ingin menetap sementara di daerah tertentu tanpa komitmen jangka panjang membeli properti. ...

Cicak Cicak di Dinding - Band - Alternative Version

let's play to support : https://bit.ly/push-rank   Ciptaan: Chatgpt Artist : Randomy Suno Vokaloid Copyright: push rank music studio ordershopee Singer Songwriter (45%) Dance Pop (33%) Adult Contemporary (31%) Alt Pop (21%) lagu Cicak ...

Hati Terbelah (Disini Senang, Disana Senang)

Let's play support : https://bit.ly/push-rank Judul : Hati Terbelah (Disini Senang, Disana Senang) Ciptaan: Chatgpt Angga Purwana Artist : Melanie Suno Vokaloid Copyright: www.purwana.net push rank music studio Verse 1: ...

Bisnis Digital - jasa push rank google

Mengoptimalkan Bisnis Digital dengan Jasa Push Rank: Menjadikan Brand Produk dan Jasa Anda Mendominasi Visibilitas Online Dalam era digital yang terus berkembang, visibilitas online menjadi kunci utama dalam kesuksesan bisnis. Baik Anda ...

Produsen Map Merek Biola - Cimahi - Jawa Barat

Menapaki Jejak Elegan dalam Dunia Suplai dan Produksi Map Merek Biola Dalam irama bisnis yang semakin dinamis, cerita dibalik suplai dan produksi map merek biola menjadi sebuah simfoni yang memikat. Di dalam ...

QRIS Masjid Indonesia

QRIS Masjid Indonesia: Saling Berbagi Kebaikan Melalui Aplikasi     Indonesia, negara dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, memiliki ribuan masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Dalam era digitalisasi ...