Dilihat : 35 kali

Dimas sudah tiga bulan bekerja di perusahaan barunya sebagai digital strategist. Meski gajinya tidak tinggi, ia menikmati fleksibilitas yang ditawarkan. Ia bisa bekerja dari mana saja, bahkan sesekali dari taman kota atau kafe kecil milik temannya. Tapi hari itu, ia mulai merasa ada sesuatu yang perlu diperjuangkan.

Proyek yang ia kerjakan selama dua bulan terakhir—sebuah kampanye media sosial untuk produk lokal ramah lingkungan—membuahkan hasil luar biasa. Penjualan klien naik signifikan, dan perusahaan mendapat kontrak lanjutan yang nilainya jauh lebih besar dari sebelumnya.

Namun, ketika pengumuman bonus diberikan, nama Dimas tidak ada dalam daftar penerima. Ia merasa heran dan sedikit kecewa. Bukan karena mengharapkan uang lebih, tapi karena merasa jerih payahnya tidak dihargai secara layak.

Ia memberanikan diri berbicara dengan atasannya, Mbak Rani, yang dikenal adil namun tegas.

"Mbak, saya cuma mau tanya... kontribusi saya di kampanye kemarin apakah dinilai?"

Mbak Rani menatap Dimas serius.

"Dinilai, tentu. Tapi kamu masih kontrak, Mas Dimas. Bonus hanya untuk karyawan tetap."

Dimas mengangguk, namun hatinya menolak diam.

"Saya paham, tapi... apakah sistem ini adil? Kalau hasil kerja saya membantu mendatangkan nilai besar untuk perusahaan, apakah tidak layak kalau saya dapat dividen yang sepadan?"

Malam harinya, Dimas tidak bisa tidur. Ia merasa sedang berdiri di batas: antara bersyukur dan menuntut hak. Ia menulis di catatannya:

"Dividen bukan hanya untuk pemilik modal. Keringat juga butuh dihargai, meski hanya setetes."

Keesokan harinya, ia kembali berbicara dengan Mbak Rani. Kali ini ia membawa data: engagement rate, konversi iklan, hingga pertumbuhan akun media sosial selama kampanye. Semua hasil kerja yang ia pimpin.

Mbak Rani membaca semua dengan seksama.

"Kamu benar, Mas Dimas. Mungkin sudah waktunya kita evaluasi ulang sistem kompensasi."

Beberapa hari kemudian, manajemen perusahaan memutuskan untuk membuat skema kompensasi tambahan bagi karyawan kontrak berdasarkan performa proyek. Dimas menjadi karyawan pertama yang menerima kompensasi tersebut. Bukan dalam bentuk bonus besar, tapi sebagai dividen keringat: penghargaan simbolis dan uang tambahan yang cukup untuk membeli sepeda lipat impiannya.

Sore harinya, ia bersepeda mengelilingi taman kota sambil tersenyum. Bukan karena ia merasa menang, tapi karena tahu bahwa ia telah memperjuangkan haknya tanpa menjatuhkan siapa pun.

Dan malam itu, ia menulis:

"Keringat tidak selalu dihargai di awal. Tapi kalau kau punya data, suara, dan keberanian—keringatmu bisa jadi dividen, bukan sekadar kenangan."

To be continued..


Tag :

Kibul Gonzales Hs Part 6 Dividen Keringat

Promo Buat Software Bisnis Terbaik Sendiri

Rp 650.000

seowaBerkembang Lebih Jauh- Membuat Software Bisnis Online Sendiri yang Menguntungkan Dengan biaya yang terjangkau, bisnis dapat mengalokasikan sumber daya ke area lain yang membutuhkan perhatian lebih intensif, meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. ...

Jasa Buat Software Bisnis Terbaik Sendiri

Rp 650.000

seowaMembuat Software Bisnis Online- Langkah Menuju Kemapanan Bisnis Perubahan paradigma bisnis selama pandemi global mendorong perusahaan untuk mengadopsi solusi inovatif, di mana pembuatan aplikasi software dengan biaya terjangkau melalui promo menjadi pilihan ...

Promo Buat Software Bisnis Terbaik

Rp 650.000

seowaBisnis yang Terdepan- Membuat Software Bisnis Online yang Terkemuka Penawaran istimewa ini sejalan dengan semangat inovasi, memungkinkan perusahaan untuk menjadi pionir dalam penerapan teknologi terbaru tanpa harus menjadi ahli koding. Kibul Gonzales ...

Jasa Buat Software Bisnis Terbaik

Rp 650.000

seowaInovasi Bisnis Digital- Membuat Software Bisnis yang Terhubung secara Luas Penawaran istimewa ini menciptakan lingkungan di mana bisnis dapat dengan mudah mengintegrasikan teknologi baru tanpa mengalami kesulitan teknis yang signifikan. Kibul Gonzales ...

Promo Buat Software Bisnis Online

Rp 650.000

seowaMerintis Jalan- Membuat Software Bisnis Sendiri yang Menginspirasi Jawaban efektif terhadap kebutuhan teknologi ditemukan melalui pemanfaatan platform bermetode low-code, memberikan solusi yang lebih efisien dan hemat biaya. Kibul Gonzales Hs Part 6 Dividen ...

Jasa Buat Software Bisnis Online

Rp 650.000

seowaInovasi Digital- Membuat Software Bisnis yang Mengguncang Pasar Promosi ini bukan hanya mengenai penawaran khusus, tetapi juga tentang memberikan akses terhadap alat-alat teknologi yang memungkinkan bisnis untuk terus berkembang. Kibul Gonzales Hs ...

Promo Buat Software Bisnis

Rp 650.000

seowaMembuat Software Bisnis Sendiri- Petunjuk Praktis untuk Meraih Kesuksesan Dalam keseluruhan, pembuatan aplikasi software di bidang bisnis sendiri melalui promo dengan metode low-code bukan hanya solusi praktis, tetapi juga investasi cerdas untuk ...

Jasa Buat Software Bisnis

Rp 650.000

seowaKesuksesan Digital- Membuat Software yang Digunakan dalam Bisnis Sendiri Pembuatan aplikasi software sendiri melalui promo ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan perusahaan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan teknologi mereka. ...

Promo Buat Software Yang Digunakan Dalam Bisnis Sendiri

Rp 650.000

seowaMenjelajahi Peluang- Membuat Software House dan Bisnis Sendiri Kesempatan istimewa ini memberikan nilai tambah dengan memungkinkan bisnis untuk merancang aplikasi tanpa harus mengeluarkan anggaran besar untuk keahlian koding. Kibul Gonzales Hs Part 6 ...

Jasa Buat Software Yang Digunakan Dalam Bisnis Sendiri

Rp 650.000

seowaMembuat Software Bisnis Terbaik- Kunci Keberhasilan di Era Digital Promosi ini bukan hanya mengenai penawaran khusus, tetapi juga tentang memberikan akses terhadap alat-alat teknologi yang memungkinkan bisnis untuk terus berkembang. Kibul Gonzales ...