Dilihat : 20 kali

Pagi itu, suasana kantor terasa berbeda. Dimas baru saja sampai, masih memegang secangkir kopi panas dari warung depan, ketika melihat beberapa rekan kerja berkerumun di dekat pantry. Wajah-wajah mereka tegang, bisik-bisik terdengar. Udara terasa berat, seakan ada kabar yang membuat semua orang berhati-hati bicara.

 

Ia menghampiri Bagas, yang sedang berdiri dengan kedua tangan di saku celana. "Kenapa, Gas? Kok kayak lagi ada rapat rahasia?"

 

Bagas melirik kanan-kiri sebelum menjawab. "Lo tahu Andri? Yang di divisi desain, rambutnya agak gondrong, suka bawa bekal nasi uduk?"

 

"Iya, yang kadang ngasih gue desain gratis buat presentasi."

 

Bagas mengangguk pelan. "Dia di-PHK kemarin sore. Katanya sih karena performa buruk. Tapi gue yakin banget itu gara-gara minggu lalu dia protes soal lembur yang nggak dibayar."

 

Dimas merasakan darahnya menghangat. Andri adalah salah satu karyawan paling rajin. Ia sering lembur, bahkan membantu divisi lain tanpa diminta. "Serius?"

 

"Serius. Dan yang lebih parah, dia nggak dikasih kesempatan klarifikasi. Surat langsung disodorkan, tanda tangan, selesai."

 

***Siang itu, Dimas memutuskan mencari Andri. Setelah beberapa kali bertanya ke teman-teman, ia tahu Andri sering nongkrong di warung kopi kecil di belakang kantor. Saat tiba, ia melihat Andri duduk sendirian di pojok, memandangi layar ponsel. Wajahnya letih.

 

"Boleh duduk?" tanya Dimas.

 

Andri mengangguk tanpa senyum. "Lo udah denger, ya?"

 

"Udah. Lo mau cerita?"

 

Andri menghela napas panjang. "Mereka bilang gue nggak capai target. Padahal target berubah tiap minggu. Gue protes, minta kejelasan dan minta lembur dibayar. Besoknya, gue dipanggil HR. Udah, langsung dikasih surat. Katanya gue bisa dapat rekomendasi kerja kalau nggak ribut."

 

Dimas menatapnya serius. "Lo mau lawan?"

 

"Lawan gimana, Dim? Gue cuma satu orang. Kontrak gue lemah. Gue nggak mau ribet."

 

"Mungkin lo cuma satu orang, tapi lo nggak sendirian," kata Dimas pelan.

 

***Malam itu, Dimas tak bisa tidur. Ia menyalakan laptop, mengetik di kolom pencarian: "Hak karyawan kontrak di Indonesia", "PHK sepihak", "cara melapor ke Dinas Ketenagakerjaan". Halaman demi halaman ia baca. Semakin lama, ia sadar banyak pekerja yang bahkan tak tahu apa haknya sendiri. Ada aturan yang melindungi mereka, tapi jarang digunakan karena ketakutan dan ketidaktahuan.

 

Ia teringat Sarah pernah aktif di serikat pekerja sebelum menjadi pekerja sosial. Keesokan harinya, ia langsung menemuinya.

 

"Kalau ada karyawan dipecat nggak adil, apa yang bisa dilakukan?" tanya Dimas.

 

Sarah menatapnya lama. "Cari bukti, jangan bergerak sendiri, dan hubungi orang yang paham hukum tenaga kerja. Aku kenal satu orang, Bima. Dia aktivis di serikat pekerja kota. Mau ketemu?"

 

"Mau," jawab Dimas mantap.

 

***Pertemuan itu diatur di sebuah kedai sederhana dekat terminal. Bima adalah pria berusia awal 30-an, berperawakan tegap dengan mata yang tajam tapi ramah.

 

"Sarah bilang lo mau bantu temen lo?" tanya Bima sambil menyesap teh panas.

 

"Iya. Dia dipecat setelah protes soal lembur nggak dibayar," jelas Dimas.

 

Bima mengangguk. "Kasus kayak gini sering banget. Masalahnya, banyak yang nggak mau ribut karena takut blacklist. Tapi kalau lo mau bantu, kita mulai dari dokumentasi: kronologi, bukti lembur, bukti komunikasi. Semua harus jelas dan rapi."

 

Dimas mencatat setiap kata. Rasanya seperti kuliah kilat tentang hukum ketenagakerjaan.

 

***Dalam seminggu berikutnya, Dimas dan beberapa rekan kerja yang setia mengumpulkan bukti. Chat internal, email, foto papan target yang berubah-ubah, dan slip lembur yang tak pernah dibayar. Mereka bertemu diam-diam di rumah Ujang atau warung Lina. Andri awalnya ragu, takut masalah makin besar. Tapi perlahan ia ikut aktif.

 

"Gue nggak nyangka kalian peduli segini," kata Andri suatu malam.

 

"Kalau kita diam, besok bisa giliran kita," jawab Dimas.

 

***Namun, tidak semua rekan setuju. Beberapa takut jika nama mereka terseret. Seorang teman sekantor, **Reno**, mendekati Dimas di lift.

 

"Dim, gue ngerti lo peduli. Tapi hati-hati, ini bisa ngaruh ke kerjaan lo. Lo masih baru di sini."

 

"Gue tahu, Ren. Tapi kalau kita cuma mikirin aman sendiri, nggak akan ada yang berubah."Reno menggeleng. "Kadang lebih baik diem. Sistem ini gede banget buat dilawan."

 

Dimas tidak menjawab. Ia paham ketakutan itu nyata, tapi ia juga tahu ketidakadilan akan terus berjalan kalau semua orang memilih diam.

 

***Suatu malam, Dimas dan Andri pergi menemui mantan karyawan yang dulu juga dipecat mendadak. Namanya **Hendra**, pria paruh baya yang sekarang bekerja di bengkel.

 

"Gue dulu diperlakukan sama kayak lo," kata Hendra sambil menyeruput kopi. "Bedanya, waktu itu gue sendirian. Gue nggak punya teman yang mau dukung. Akhirnya gue cuma pasrah."

 

Cerita Hendra menjadi penguat semangat Dimas dan Andri. Mereka sadar, perjuangan ini bukan cuma untuk Andri, tapi untuk semua yang pernah mengalami hal serupa.

 

***Beberapa hari kemudian, kabar buruk datang. Salah satu rekan yang mereka percaya, **Taufik**, ternyata membocorkan rencana pertemuan mereka ke manajemen. Taufik membantah, tapi bukti chat yang didapat Bagas tak terbantahkan.

 

"Gue terpaksa, Dim," kata Taufik saat Dimas menemuinya. "Mereka janji nggak akan ganggu gue kalau gue kasih info."

 

Dimas merasa marah sekaligus kecewa. "Lo sadar nggak, yang lo lakukan ini bisa bikin Andri dan semua orang yang bantu dia kena masalah?"

 

Taufik menunduk, tak menjawab.

 

***Tak lama, tekanan dari manajemen meningkat. Dimas dipindahkan ke meja kerja di pojok dekat gudang, jauh dari timnya. Andri dikeluarkan dari semua grup proyek. Rumor beredar bahwa mereka berdua "bermasalah" dan "sulit diatur".

 

Manajemen mulai memainkan perang psikologis: memanggil Dimas ke rapat yang tidak penting, menunda persetujuan cutinya, hingga menghapus namanya dari daftar peserta pelatihan. Beberapa rekan mulai menjauh, takut tertular masalah.

 

Meski begitu, mereka tetap mengumpulkan bukti. Bima mengatur pertemuan rahasia di sebuah rumah kontrakan di pinggir kota. Di sana, mereka memetakan strategi menghadapi mediasi.

 

***Hari mediasi tiba. Ruangan itu penuh ketegangan. Di satu sisi meja, Andri dan Dimas duduk bersama Bima. Di sisi lain, manajer HR, pengacara perusahaan, dan dua staf legal.

 

Perdebatan berlangsung berjam-jam. HR berusaha membelokkan pembicaraan, tapi Bima dengan tenang mengarahkan kembali ke inti masalah. "Fakta-fakta ini jelas menunjukkan pelanggaran. Tidak ada dasar yang sah untuk pemecatan mendadak, apalagi setelah korban meminta hak lemburnya."

 

Pengacara perusahaan mencoba menekan: "Andri sudah menandatangani kontrak yang menyatakan perusahaan berhak mengakhiri kerja sama."

 

Bima membalas dengan pasal undang-undang yang relevan. "Kontrak kerja tidak boleh bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi. PHK tanpa proses peringatan yang sah adalah pelanggaran."

 

Ketika giliran Andri bicara, suaranya sempat bergetar. "Saya nggak mau lebih dari yang seharusnya. Saya cuma mau dibayar apa yang sudah saya kerjakan, dan nama saya dibersihkan."

 

Pernyataan itu membuat suasana hening sesaat. Bahkan pengacara perusahaan terlihat menunduk.

 

Akhirnya, pihak perusahaan menyerah. Mereka setuju membayar kompensasi penuh, lembur yang tertunda, dan memberikan surat rekomendasi kerja.

 

***Di luar ruangan, Andri menatap Dimas. "Kalau lo nggak ada, gue udah nyerah dari awal."

 

Dimas tersenyum. "Hak itu harga mati, Andri. Kalau kita biarin diambil sekali, besok nggak ada yang tersisa."

 

Malam itu, Dimas menulis di catatan hariannya:

 

"Hak itu bukan hadiah. Dia lahir bersama kita, dan harus kita jaga. Kalau kita diam saat hak orang lain diinjak, sama saja kita mengizinkan hak kita sendiri hilang di masa depan. Dan satu hal yang gue pelajari hari ini: keberanian itu menular."

 

Ia menutup buku, merasa langkah kecilnya hari ini adalah bagian dari jalan panjang membuat kota ini sedikit lebih adil.

 

---*To be continued...*


Tag :

Kibul Gonzales HS Part 9 Hak Adalah Harga Mati

Jual Pembersih Kerak Toilet dan Kamar Mandi Bumaclean

Area Layanan : Yogyakarta seowa 🚿 Pusing Kamar Mandi Berkerak? Temukan Solusinya dengan Bumaclean! Seringkali, kamar mandi yang terlihat bersih mungkin menyimpan masalah yang kurang terlihat, terutama jika Anda berurusan dengan kerak porselin ...

Jasa Pendirian CV di Jogja

Area Layanan : Jogja seowa Membangun Masa Depan Bisnis Anda: Jasa Pendirian dan Pembuatan CV serta PT di Jogja dan Sekitarnya Pernahkah Anda bermimpi memiliki bisnis sendiri di Yogyakarta, Sleman, atau Bantul, namun ...

Jasa Instalasi CCTV Malang

Jenis produk : Jasa Instalasi CCTV Area Layanan : Malang Raya seowa Jasa Instalasi CCTV Malang - Menjaga Keamanan dengan Teknologi Terkini Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kebutuhan akan keamanan semakin menjadi prioritas utama. ...

jasa daftar hak kekayaan intelektual

Area Layanan : Nasional / Indonesia seowa Menggali Kekayaan Intelektual Bersama Konsultan Berpengalaman Lebih dari 30 Tahun Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, kekayaan intelektual menjadi salah satu aset paling berharga bagi perusahaan. Mulai dari ...

Jasa Pembuatan Sertifikasi Halal Di Jakarta

seowa Area Layanan : Indonesia Jasa Pembuatan Sertifikasi Halal Menjamin Keberkahan dalam Bisnis Anda Jasa Pembuatan Sertifikasi Halal adalah pilihan bijak bagi bisnis yang ingin memasuki pasar yang sensitif terhadap kehalalan produk. ...

Jasa Pembuatan Website Toko Online Profesional

Rp 1.500.000

Jenis produk : Jasa Kata kunci pencarian : jasa pembuatan website toko online, jasa pembuatan website e commerce, jasa pembuatan website online shop,  seowa Membangun Prima Online Presence: Jasa Pembuatan Website Murah dan ...

Wifi Murah Karawang

Wifi Murah Karawang Dalam era yang didominasi oleh konektivitas digital, akses internet yang cepat dan terjangkau menjadi kebutuhan pokok bagi banyak individu dan bisnis. Di tengah perkembangan teknologi, permintaan akan layanan wifi ...

Namira Travel Haji dan Umroh Cimahi

seowa Namira Travel Cimahi, yang beralamat di Kompleks Holis Regency Blok D no. 5, Kota Bandung, telah menjelma sebagai penyedia jasa travel Haji dan Umroh Sunnah yang dapat diandalkan. Dalam menjalankan perjalanan spiritual ...

Promo Pasang Wifi Murah
Terdekat Terbaik 2024 di Indonesia

seowa Terobosan Konektivitas: Promo Pasang Wifi Murah di Seluruh Kota Di era digital yang semakin dominan, akses internet yang cepat dan terjangkau menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Di tengah tuntutan tersebut, Seluruh ...

Wifi Murah di Karawang 2

seowa Pasang Wifi Murah di Karawang, Jawa Barat! Kibul Gonzales HS Part 9 Hak Adalah Harga Mati seowa ...

Download Al Quran in Jakarta Pusat

Rp 99

    seowa Download Al Quran sekarang! Dapatkan kebijaksanaan dan ketenangan melalui koneksi langsung dengan ayat suci, di mana pun Anda berada! seowa Kibul Gonzales HS Part 9 Hak Adalah Harga Mati ...

Cyber Security Course Jakarta

Kode Kupon ITBOX_Angga275 atau akses bit.ly/itboxid untuk Info Peluang Karir dan Sertifikasi Cyber Security! Boost karirmu sekarang! seowa ITBOX_Angga275 ...

Aplikasi Bisnis RADS Jakarta

Aplikasi Bisnis RADS Jakarta merupakan platform inovatif yang memanfaatkan Platform RADS (Rapid Application Development Services) untuk memudahkan pembuatan berbagai aplikasi bisnis dengan beragam fitur unggul. Platform ini memungkinkan pengguna untuk membangun dan ...

Download Al Quran in Jakarta Barat

Rp 99

    seowa Download Al Quran sekarang! Dapatkan kebijaksanaan dan ketenangan melalui koneksi langsung dengan ayat suci, di mana pun Anda berada! seowa Kibul Gonzales HS Part 9 Hak Adalah Harga Mati ...

Jasa Install Aplikasi Bisnis RADS Platform

Rp 650.000

Jasa Install APlikasi RADS Platform: Solusi Cepat dan Efisien untuk Bisnis Anda seowa https://apps.pasarku.my.id/produk/137/program-affiliasi-jasa-instalasi-aplikasi-bisnis-rads-platform Selamat datang, para Visionary Business Owners, Low Code Engineers, dan Plugin Developers di ...